Karang Taruna Balun Ijuk Petik Ilmu Ke Perlang

Foto untuk : Karang Taruna Balun Ijuk Petik Ilmu Ke Perlang

Perlang,- Delapan Bulan Bekerja menjalankan Tugas Sosial, Wow Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah menjadi tempat Belajar atau Objek Memetik Ilmu bagi Anggota Karang Taruna dan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kurang Lebih 30 Orang Anggota Karang Taruna dan Irmas Balun Ijuk, pada Minggu (23/04/2017) disambut langsung oleh Sekretaris Desa Perlang, Yani Basaroni, Ketua Karang Taruna Desa Perlang, Mahari bersama angotanya serta anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Perlang di Kantor Desa Perlang.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing pihak memperkenalkan diri masing-masing. Setelah Pemerintahan Desa Perlang dan Karang Tarunanya memberikan kata sambutan, perwakilan Karang Taruna dan Irmas Desa Balun ijuk melalui Gunadi menyampaikan maksud tujuannya datang ke Desa Perlang ingin Memetik Ilmu dengan Belajar bagaimana Mengelolah Suatu Organisasi Kepemudaan sehingga bermanfaat bagi Masyarakat Banyak.

“Kami mendengar melalui Media Sosial, dari mulut ke mulut bahawasannya Karang Taruna bersama Pemerintahan Desa Perlang sangat aktif sehingga bisa memberikan Sesuatu bermanfaat kepada Kaum duafa, fakir miskin dan anak yatim piatu. Selain itu, Karang Tarunanya juga memberikan uang santunan kepada masyarakat yang sedang sakit di Rumah Sakit. Bagaimana hal itu bisa dilakukan,” kata Gunadi.

Sebelum menjawab apa yang di sampaikan Gunadi, Sekdes Perlang beranama Yani Basaroni sering di sapa Bung Roni mempersilahkan beberapa dari mereka bertanya terkait Pelaksanaan Orginasasi Karang Taruna Desa Perlang dan Pemerintahan Desanya.

Tuti Sandina misalnya, ia bertanya Apa yang Pertama dilakukan Pemerintahan Desa Perlang, sehingga bisa membentuk Karang Taruna yang Peduli terhadap masyarakatnya saat ini, lalu bagaimana cara mereka Beroperasi secara Sosial tersebut?
Kemudian Pertanyaan selanjutnya, dilontarkan Fitriani. Katanya, Apa yang menjadi kendala dalam melaksanakan tugas dan bagaimana cara membinanya agar tugas tersebut berjalan sesuai harapan masyarakat.

Selanjutnya, pertanyaan yang sedikit menusuk, yakni dilontarkan Ari Padillah. Ia menanyakan ada tidak Kesejahteraan anggota Karang Taruna Desa Perlang itu sendiri, lalu kemudian bolehkah anggota Karang Taruna meminjam dana yang dipungut untuk kepentingan sehari-hari dengan sistem simpan pinjam?
Setelah mendengarkan beberapa pertanyaan. Sekdes Perlang, Bung Roni menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pertama-tama dalam membentuk suatu Organisasi Kepemudaan di Desa harus memiliki Kekuatan Hukum Tetap yakni berupa Surat Keputusan (SK) Karang Taruna di terbitkan oleh Kepala Desa.

“Sebelum SK di terbitkan, Pemerintahan Desa Perlang mengundang Pemuda-pemudi yang memiliki jiwa sosial untuk menunjuk Ketua Karang Taruna beserta kepala bidang sesuai kebutuhan. Setelah itu, barulah Kami bersama tokoh masyarakat, LPM dan anggota Karang Taruna itu sendiri melakukan Rapat Kerja guna mencari Solusi bagaimana mensejahterakan Masyarakat Desa Perlang, “kata Roni

Singkat Cerita, Melalui Rapat Kerja yang dibentuk dalam Kesepakatan Bersama pada saat itu membuahkan hasil, yakni memafaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Desa Perlang melibatkan Stackholder untuk berpartisipasi menyumbang hasil yang di peroleh dari Tambang Timah ke Desa Perlang melalui Karang Taruna.

“Alhamdulillah Dana yang di peroleh sejak Bulan September 2016 tersebut sangat luar biasa, hasilnyapun dirasakan langsung oleh Masyarakat Desa Perlang. Untuk nominal nanti dijelaskan langsung oleh Ketua Karang Taruna Desa Perlang, kemudian pemafaatannya kemana saja juga nanti jelaskan Beliau,”ungkap Roni di hadapan Tamu.

Lanjut Roni, selama tidak melanggar aturan ataupun norma-norma kesosialan di mata masyarakat, Pemerintahan Desa Perlang sendiri juga selalu mendukung langkah-langkah yang dilakukan Karang Taruna Desa Perlang.

“ Guna memberikan rasa aman, nyaman dan tentram di lingkungan masyarakat. Kami juga selalu bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Perlang melakukan Razia Pemuda-pemudi berpacaran, nongkrong dan minum-minuman beralkohol di tempat gelap-gelap jauh dari jangkauan pemantauan masyarakat,”ungkapnya.

“Alhamdulilah Desa Perlang sekarang sudah aman dari aktifitas-aktifitas tersebut. Anak-anak kebut-kebutan dijalan rayapun tidak ada lagi,” tambah Roni.

Jika Rekan-rekan dari Desa Balun Ijuk mau Organisasinya aktif, Roni menyarankan agar duduk bersama Pemerintahan Desanya dan tokoh masyarakat lalu membahas langkah-langkah yang harus dilakukan Pemuda-pemudi di desa Balun Ijuk Kedepan hingga masyarakatnya sejahtera tidak bergantung pada APBDesa setiap tahun.

“Tiga Point penting untuk menjalankan suatu Organisasi yang harus dipahami bersama, yakni Berkomunikasilah dengan baik, Transparan dan saling mendukung dengan memberikan kepercayaan. Jika ketiga Point itu dijalankan, mudah-mudahan Organisasi tersebut menjadi Organisasi Harapan Masyarakat,”tukas Roni.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Perlang, Mahari mengaku gugup karena telah di kunjungi Karang Taruna dan Irmas Desa Balun ijuk. Hal ini, merupakan suatu kehormatan bagi Karang Taruna Desa Perlang yang baru di bentuk sekitar 8 bulan atau Bulan September 2016 kemarin.

“terus terang saya gugup dan gerogi berbicara di depan rekan-rekan yang datang sekarang ini. Alhamdulilah, kami sangat berterimakasih atas kunjungannya datang ke Desa Perlang, mudah-mudahan silaturahmi ini menambah wawasan bagi kita semua, amin,”kata Mahari.

Mahari mengungkapkan bahwa apa yang di sampaikan oleh Sekdes Perlang, Bung Roni sangatlah benar. Dahulunya Karang Taruna Desa Perlang kurang berperan aktif dalam mensejahterakan masyarakat Desa Perlang itu sendiri. Kegiatannya Monoton, bergantung pada APBDesa Perlang setiap tahun alias tidak mandiri. Namun, setelah di telaah bukan organisasinya juga yang berperan kurang aktif, melainkan kurangnya Komunikasi dengan Pemerintahan Desa dan Tokoh Masyarakat.

“ Maunya apa, ya kita harus sampaikan ke Pemerintahan Desa. Kalau ada Program Strategis (Progres) setiap tahun, ya tadi diutarakan seperti yang telah kami lakukan sekarang. Misalnya progres kami setiap tahun, ada acara Pestival Seni budaya setiap pergantian malam tahun baru, Pawai ta’aruf pada Perayaan Maulid Nabi diiringi beragam Lomba terkait keagamaan, Pawai ta’aruf malam Idul Fitri dan Perlombaan setiap Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Mahari.

“ Progres sudah kita jelaskan kesemua pihak, kemudian ajak duduk bersama mencari sumber-sumber dana setiap pelaksanaan kegiatan yang telah di programkan oleh Karang Taruna. Alhamdulilah, kami sudah memiliki solusi tersebut, yakni mengajak Stackholder bersumbang ria hingga pengajuan Proposal ke Perusahaan yang berdomisili di Desa Perlang setiap kali menyelenggarakan kegiatan,”tambah Mahari.

Mahari menuturkan untuk hasil Sumbangan yang diberikan oleh Stackhoder ataupun Penambang Timah, Pengusaha dan hamba Allah hingga sekarang tercatat sebesar Rp. 135 Juta. Uang tersebut telah terserap 90 persen, untuk kegiatan Bhakti Sosial dengan memberikan 250 paket sembako Rp.100 ribu/ paket untuk fakir miskin, sumbangan kepada masyarakat yang di rawat inap, Tempat ibadah se Desa Perlang dengan angka bervariatif mulai Rp.3 juta hingga Rp.5 juta per tempat Ibadah sesuai Kebutuhan.

Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk biaya konsumsi dalam menyambut Tamu dari Luar datang ke Desa Perlang, Belanja sesuai kebutuhan setiap acara yang tertuang dalam Progres tahunan hingga Biaya operasional untuk kegiatan Sosial seperti mengikuti lomba mengaji dan lain-lain.

“ Setiap pertriwulan, dana yang ada tersebut kami umumkan ke Masjid sebelum pelaksanaan Sholat Jum’at sehingga masyarakat tahu. Jikapun timbul pertanyaan kurang puas, kami mempersilakan yang bertanya untuk datang menemui Ketua Karang Taruna Desa Perlang dan kami akan perjelas secara detail,”ungkapnya.

Menurut Mahari, terkait Kendala yang dihadapi memang banyak, karena ada pihak-pihak yang sering Mempolitisir kegiatan Sosial yang di selenggarakan Karang Taruna Desa Perlang. Akan tetapi, Karang Taruna Desa Perlang menggelorakan Semboyan, Sedikit Bicara Banyak Bekerja.

“ Kami tunjukan kinerja kami, yang banyak cuap-cuap di Belakang akhirnya Malu sendiri. Selama kami berbuat untuk masyarakat, siapapun yang mempolitisir untuk kepentingannya tersebut kami anggap angin lalu. Ya kami masa bodoh, nanti juga malu sendiri. Memang ada oknum-oknum yang tidak senang, tapi sekarang kelihatannya sudah bungkam karena malu selama ini tidak banyak yang diperbuat olehnya untuk masyarakat, hanya bisa menghasut masyarakat awam, ”tegas Mahari.

Terkait kesejahteraan, Karang Taruna Desa Perlang kata Mahari belum berbicara kesana. Pihaknya belum memprogramkan kegiatan simpan pinjam semacam koperasi dalam berorganisasi, ataupun mengharapkan imbalan mengingat Pembentukan Karang Taruna Desa Perlang masih berumur Jagung sehingga belum terpikir kearah sana. Apa yang didapat, semua diberikan kemasayarakat yang berhak.

“intinya. Sebelum terjun keorganisasi, niatkan dulu dalam hati kita bahwa kita bekerja memang untuk masyarakat miskin, kaum duafa, lansia dan anak yatim piatu. Organisasi hanya jembatan penyambung hak mereka yang harus mendapatkan Perhatian dari kita semua yang mampu,”ulasnya.

“ Mudah-mudahan apa yang kami jelaskan bisa ber
manfaat bagi Pemuda-pemudi Desa Balun ijuk. Kami beginilah adanya, dan yang kami perbuat semata-mata ingin mensejahterakan mereka yang hidup dalam kekurangan. Marilah kita Berdo’a, mudahan kita semua dilindungi Allah SWT. Amin,”tutup Mahari.

Setelah Mahari menjelaskan, tidak ada pertanyaan lagi dari Karang Taruna dan Irmas Balun Ijuk kemudian Bung Roni menutup acara dan selanjutnya menuju Ke masjid Rodhatus Solihin Desa Perlang dilanjtkan berdiskusi mengenai keagamaan Desa Perlang yang langsung di sambt kembali oleh Ustadz Zhomi kepala Bidang Keagamaan Karang Taruna Desa Perlang sekaligus Tokoh Agama Desa Perlang. (Rillis)

Kemendesa
Prov Babel
Pemkab Bangka Tengah