Desa Perlang Bebas Miras

Foto untuk : Desa Perlang Bebas Miras

Lubuk Besar,Bangka Tengah,sinarpaginews.com  — Pemerintahan Desa Perlang, Karang Taruna bersama Polsek Lubuk Besar tidak henti-hentinya melakukan razia peredaran minuman keras ( Miras ) jenis arak yang dapat merusak generasi penerus. Kegiatan ini juga dilakukan, karena Pemerintahan Desa Perlang inginkan Perlang Bebas Arak.

Hasil razia setiap malam Jumat, pihak Pemdes Perlang berhasil mengamankan 1 drejen arak dan sedikitnya 30 kantong plastik berisikan satu liter arak/plastik dari tangan pemuda yang hendak pesta arak.

Seketaris Desa Perlang bersama Kaur Pemerintahan dan Kaur Umum memusnakan arak-arak tersebut dengan cara dikubur. Pemusnahan dilakukan, karena barang bukti hasil razia sudah cukup banyak. Pemusnahan dengan cara penguburan, karena air arak tersebut berbau menyengat sehingga harus di kuburkan.

Sekdes Perlang, Yani Basaroni atau yang sering disapa Bung Roni mengatakan pemusnahan berdasarkan perintah dari Kepala Desa Perlang, Rusliyadi dan Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Amri. Pemilik arakpun telah membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan yang sama di kemudian hari.

“Mereka yang telah terjaring razia minum-minuman keras mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya. Mayoritas mereka bukan pemuda Perlang, melainkan pemuda luar yang tersebar di Kecamatan Koba, Lubuk Besar bahkan ada juga dari Bangka Selatan,”kata Roni

Ronipun mengaku pihaknya telah mendatangi tempat-tempat yang menjual arak bersama Pemerintahan Desa Terubus, Karang Taruan Perlang dan aparat Kepolisian untuk tidak menjual arak ke pemuda, terkecuali arak yang dipergunakan untuk kepentingan Sembahyang bagi umat non muslim.

“Kami bersama Kepolisian telah menghimbau beberapa penjual arak untuk tidak menjualnya ke sembarang orang, terutama pemuda muslim. Ditakutkan arak tersebut disalahgunakan, efeknya dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat. Respon mereka ( penjual arak – red ) kepada kami positif, katanya tidak akan menjual lagi ke sembarang orang,” tutur Roni.

Roni berharap kedepan tidak ada lagi peredaran miras jenis arak di Desa Perlang. Pihaknya tidak akan henti-henti melakukan Razia miras, dan juga penyakit masyarakat ( Pekat ) lainnya bersama Karang Taruna Desa Perlang dan aparat Kepolisian.

“Bagi yang melakukan perbuatan melanggar aturan berulang-ulang, sesuai intruksi Kades Perlang akan di proses ke ranah hukum,”ulasnya seraya menyebut bahwa tujuan yang dilakukan ini baik bagi semua pihak.

“kegiatan inipun dilakukan berdasarkan masukan masyarakat Desa Perlang yang resah setelah maraknya peredaran miras, kebut-kebutan sepeda motor, anak dibawah umur nongkrong hingga larut malam di tempat sepi dan lain sebagainya,”tambah Roni.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Desa Perlang, Mahari mengatakan akan terus mendukung kegiatan Razia Pekat di Desa Perlang. Dukungan diberikan secara Moril dan Materil.

“Kami akan terus turut andil mengikuti jalannya Razia setiap malam Jumat. Menurut kami kebijakan ini sangat menentukan pembangunan Sumber Daya Manusia ( SDM ) di Desa Perlang,”kata Mahari.

Mahari mengaku bangga memiliki aparat Desa yang peduli akan nasib atau masa depan anak bangsa. Harusnya dari dulu kegiatan positif seperti ini dilakukan, sehingga pemuda Perlang tidak banyak yang terjerumus dalam lingkaran mabuk-mabukan dengan cara meneguk miras jenis arak.

“Alhamdulilah setelah genjar melakukan razia beberapa bulan belakangannya ini, pemuda yang nongkrong sambil menegak miras sudah berkurang,”katanya.

Menurut Mahari, salah satu faktor penyebab pemuda mabuk-mabukan, yakni dari pergaulan. Hasil melakukan beberapa kali razia, pihaknya mendapatkan mayoritas pemuda yang mabuk di Desa Perlang berasal dari luar.

“Saat kami tanya kenapa bisa mabuk di kampung Perlang, alasannya simpel yakni sambil berkunjung kerumah cewek. Hal-hal semacam ini harusnya tidak boleh terulang lagi, kami perwakilan pemuda Perlang tidak segan apabila dikemudian hari hal itu terjadi lagi untuk memprosesnya secara hukum. Kami anggap hal itu telah menimbulkan keresahan dan menganggu ketertiban umum,”katanya.

Kemendesa
Prov Babel
Pemkab Bangka Tengah